Penerapan TPS Online di Beacukai Kualanamu

Bea Cukai Kualanamu menggelar kegiatan sosialisasi dan asistensi penerapan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Online

Kualanamu (27/11/2018), Bertempat di Aula Cakrawala, Bea Cukai Kualanamu bekerjasama dengan Direktorat Teknis Kepabeanan mengadakan kegiatan sosialisasi dan asistensi penerapan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Online untuk pegawai dan para pengusaha. Kegiatan ini bertujuan untuk mengakselerasi penerapan TPS online oleh para pengusaha TPS di lingkungan tugas Bea Cukai Kualanamu. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi yaitu sesi untuk pegawai yang dihadiri oleh pegawai Bea Cukai Kualanamu dan Bea Cukai Kuala Tanjung dan pada sesi kedua yang dihadiri oleh Pengusaha TPS Online di lingkup tugas Bea Cukai Kualanamu dan Bea Kuala Tanjung.



Kegiatan dibuka oleh Bagus Nugroho Tamtomo Putro, Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu,  dengan menjelaskan bahwa TPS Online merupakan komitmen Bea Cukai dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi para pengguna jasa, karena dengan diterapkannya TPS online tersebut mempermudah alur keluar masuk barang pada tempat penimbunan sementara. “Pengguna jasa menjadi lebih mudah dalam memasukkan dan mengeluarkan barang karena sudah berbasis online, pengurusannya pun cepat,” paparnya.


Materi sosialisasi dan asistensi disampaikan oleh narasumber dari Dit. Teknis Kepabeanan, Anju Hamonangan Gultom. Anju  memaparkan bahwa TPS Online merupakan inisiatif dari Bea Cukai untuk mendukung kemudahan berusaha bagi masyarakat Indonesia dengan meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan kepabeanan sehingga dapat meningkatkan peringkat Ease of Doing Bussines (EoDB) terutama komponen Trading Across Border (TAB). Selain itu, dengan adanya TPS online tersebut akan mempermudah Bea Cukai dalam mengintegrasikan data RKSP, Manifest, Pembongkaran, Penimbunan, dan Penyelesaian Kewajiban Barang Impor.  TPS Online ini akan diberlakukan secara bertahap dengan target tahun 2018 akan diterapkan secara mandatory di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai menjelaskan bahwa Bea cukai telah mempersiapkan sistem informasi kepabeanan yang digunakan untuk mendukung penerapan TPS on line tersebut.

nif

Share this Post:

Berita Terkait