Petugas Bea Cukai Kualanamu: Melindungi Masyarakat dan Negeri

Kualanamu (13/09) Petugas Bea Cukai Kualanamu merupakan ujung tombak pengawasan dan pelayanan di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Para petugas ini melakukan pengawasan dan pelayanan kepada para penumpang yang datang dan berangkat dari dan ke luar negeri melalui terminal Internasional Bandara Kualanamu, bandara kebanggaan warga Sumatera Utara. Tidak tanggung-tanggung para petugas ini secara bergantian setiap harinya selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu dan 365 hari dalam satu tahun untuk memberikan dharma bakti terbaiknya untuk bangsa dan negara.

Ada 2 peran yang utama yang diemban petugas frontliner bea cukai di seluruh Indonesia ini, tidak terkecuali petugas frontliner bea cukai kualanamu, yakni pengawasan lalu lintas barang (Colligimus) dan pemungutan penerimaan negara (Custodimus). Pengawasan lalu lintas barang masuk dan keluar NKRI merupakan wujud nyata fungsi perlindungan kepada bangsa dan negara.  Dalam peran ini, petugas bea cukai menjadi garda terdepan negara dalam menegakkan peraturan larangan dan pembatasan barang yang masuk maupun keluar. Kurang lebih 18 Kementerian/Lembaga memberikan amanah kepada Bea Cukai terkait peraturan barang larangan/pembatasan ini.

Adapun barang larangan merupakan barang yang dilarang untuk masuk ke bumi tanah air Indonesia contohnya seperti limbah Barang Beracun Berbahaya (B3), barang-barang kejahatan lintas negara dsb. Sedangkan barang yang dibatasi adalah barang yang masuknya ke Indonesia perlu untuk mendapat ijin dari instansi teknis terkait seperti produk tekstil, obat-obatan, kosmetik dsb.

Dalam kegiatan pengawasan tersebut dapat diikuti dengan kegiatan penindakan oleh petugas bea cukai. Penindakan tersebut dapat meliputi kegiatan Penghentian dan Pemeriksaan Sarana Pengangkut, Pemeriksaan Barang/Dokumen dan Badan, Penegahan Barang/Sarana Pengangkut, Penguncian dan Penyegelan Barang/Sarana Pengangkut.

Pengawasan oleh Petugas Bea Cukai Kualanamu dilaksanakan untuk melindungi kepentingan umum, melindungi keselamatan manusia, melindungi industri dalam negeri, dan menjaga neraca perdagangan. (rako)

Share this Post:

Berita Terkait