BPK Audit Kinerja Bea Cukai Kualanamu


Kualanamu (04/10) – Badan Pemeriksa Keuangan (PK) melakukan audit internal kepada Bea Cukai Kualanamu pada Kamis (03/10) dan Jumat (04/10) di Bea Cukai Kualanamu, Deli Serdang. Audit ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dari Bea Cukai Kualanamu khususnya pengelolaan Barang Tidak Dikuasai (BTD), Barang Dikuasai Negara (BDN) dan Barang Milik Negara (BMN). Pembukaan kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Bimasakti Bea Cukai Kualanamu yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Bagus Nugroho Tamtomo Putro bersama beberapa pegawai Bea Cukai Kualanamu sekaligus menyambut tim audit dari BPK.

“Kami bersama tim selama 2 hari kami mencoba untuk melakukan audit, melihat dan kemudian kita mendiskusikan hasil audit kita yang jenis audit kami adalah audit kinerja,” jelas Iwan Hery Setiawan sebagai supervisor Tim Audit BPK.

“Konsep audit kinerja ini adalah kami bersama 10 konsultan, yang mungkin kami bisa membantu terkadang masalah anggaran, pengelolaan SDM, bahkan terkait dengan pengelolaan IT,” himbau Iwan saat menyampaikan sambutan sembari memperkenalkan tim audit yang bersamanya. Iwan juga menyarankan apabila ada usulan atau pun ide inovasi dari Bea Cukai Kualanamu akan diteruskan ke pimpinan di Kantor Pusat Bea dan Cukai.

Menanggapi tim audit, Bea Cukai Kualanamu melalui seksi Penindakan dan Penyidikan dan Pelayanan Kepabeanan dan Cukai memperkenalkan sistem pengelolaan Tempat Penimbunan Pabean dimana sistem/aplikasi tersebut memudahkan pengelolaan, pengadministrasian, dan monitoring BTD, BDN dan BMN di Bea Cukai Kualanamu.

“SIMANTAP (Sistem Manajemen Tempat Penimbunan Pabean) itu merupakan aplikasi yang membantu kita untuk melakukan administrasi khususnya barang – barang yang akan di timbun di Tempat Penimbunan Pabean,” jelas Kepala Sub Seksi Penindakan dan Sarana Operasi Eko Fahruli saat menjelaskan sistem aplikasi mandiri yang dimiliki Bea Cukai Kualanamu dalam pengelolaan BTD, BDN dan BMN.

SIMANTAP hadir sebagai sistem yang memudahkan penyampaian data BTD, BDN mau pun BMN antar seksi di Bea Cukai Kualanamu. SIMANTAP mampu mendeteksi barang yang sudah seharusnya berubah status dari BTD sampai BDN dan yang akan diproses menjadi BMN. Selain itu sebagai jalan menciptakan prosedur yang sederhana hanya dalam satu aplikasi tanpa melalui proses surat menyurat yang menita banyak waktu. (ran)

Share this Post:

Berita Terkait